Essay Kontribusi yang saya lakukan untuk Indonesia
INILAH SAYA BAGI KELUARGA DAN KONTRIBUSI YANG SAYA
LAKUKAN UNTUK INDONESIA
Nama Saya Nadia, saya adalah anak pertama dari tiga
bersaudara dan saya adalah seorang mahasiswa aktif di Program Studi Pendidikan
Geografi Universitas Negeri Jakarta. Bagi keluarga saya, saya adalah anak yang
paling diharapkan untuk melanjutkan pendidikan saya dengan baik, agar bisa
mendapatkan pekerjaan yang baik, yang artinya dapat membuat mobilitas sosial
keluarga saya menjadi lebih baik. Ayah dan Ibu saya selalu mengatakan bahwa
apapun yang saya lakukan dan orang lain lakukan terhadap saya, terimalah dengan
baik agar saya bisa belajar dari kesalahan – kesalahan atau sikap seseorang
terhadap saya, sehingga saya bisa kuat dalam menjalani tantangan kehidupan.
Dimata keluarga saya, saya adalah penanggung jawab dan penerus bagi ayahnya
saya, untuk membimbing kedua saudara yang saya miliki. Saya juga merasa bahwa
saya juga sangat bertanggung jawab membahagiakan kedua orang tua saya dan
saudara – saudara kandung saya, jika saya bisa lulus dari Universitas dengan
nilai baik maka kedua orang tua saya akan bangga terhadap saya, cara saya untuk
membuktikan kepercayaan mereka adalah mencari pekerjaan yang baik dan menjadi
orang yang sukses, sehingga saya sebagai seorang anak dapat membalas budi yang
telah orang tua saya lakukan kepada saya, dengan cara membahagiakan dan
membantu keluarga saya untuk menjalani kehidupan dengan baik.
Salah satu cara yang saya lakukan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keilmuwan saya untuk Indonesia,pada masa perkuliahan adalah
melakukan beberapa kontribusi,salah satu hal yang paling mudah saat memberikan
kotribusi yaitu, ketika saya menjadi pekerja lapangan di salah satu acara
nasional yaitu Guinnes World Record Poco – Poco yang diselenggarakan pada tanggal
5 Agustus 2018 saya mengurus 65.000 peserta yang hadir dengan melakukan
pendataan, mengatur barisan, dan menscan barcode. Hal ini merupakan salah satu
pengalaman yang luar biasa yang saya lakukan untuk berkontribusi mensukseskan
Indonesia sebagai salah satu pemecah rekor dunia senam poco – poco, selain itu
pengalaman yang saya lakukan adalah denga menyusuri wilayah Pantai Utara
Jakarta sepanjang 10.2 km dengan berjalan kaki.
Hal ini dilakukan oleh saya dan teman – teman saya tidak hanya untuk
memenuhi tugas mata kuliah Oceanografi yang sedang saya kerjakan tetapi juga
membuat penelitian tentang masyarakat pesisir agar berkontribusi untuk
melakukan pelestarian lingkungan laut dan mengetahui dampak – dampak kerusakan
laut. Saya dan teman – teman saya menyusuri pantai utara Jakarta dan mencoba
terjun ke masyarakat, untuk mensosialisasikan dampak terbesar wilayah perairan
laut Indonesia yang salah satunya adalah dampak pencemaran yang dilakukan
Indonesia sebagai penyumbang sampah terbesar nomor dua di dunia, sosialisasi
ini tidak semata – mata untuk tugas kuliah saya tapi merupakan bukti kepedulian saya
terhadap mirisnya pencemaran laut Indonesia, karena banyaknya hewan – hewan
laut yang mati di sekitar pesisir Pantai Utara Jakarta tidak hanya itu saya
juga aktif dalam organisasi Kelompok Studi Geografi Universitas Negeri Jakarta,
hal ini saya lakukan karena saya sangat mencintai ilmu – ilmu bumi. Karena saya sangat mencintai ilmu bumi, saya pernah terpilih menjadi tim Olimpiade Siswa Nasional (OSN 2016) tingkat Kabupaten Bekasi dalam bidang Kebumian, yang akhirnya pengalaman ini membuat saya dapat mempersiapkan ilmu - ilmu bumi di perkuliahan sebaga penunjang pengetahuan saya. Saya juga pernah menjadi tim lomba debat Bahasa Indonesia tingkat Kabupaten namun saya mendapat juara harapan 1 sehingga langkah saya untuk berkontribusi dalam tema pemecahan masalah - masalah faktual yang terjadi di Indonesia telah selesai.
Setelah apa yang saya lakukan untuk mengkaji wilayah laut
Indonesia, rasanya masih belum puas bagi saya, jika hanya wilayah pesisir saja
yang harus mengubah pola pikir mereka dalam melestarikan lingkungan laut, saya
sebagai masyarakat Indonesia yang tidak tinggal di pesisir pantai juga merasa,
bahwa kontribusi saya untuk mengurangi dampak pencemaran di laut juga harus
dilakukan. Beberapa cara yang saya lakukan adalah, mencoba membuat lubang
biopori, hal ini saya lakukan untuk mengurangi dampak limbah air yang berasal
dari rumah tangga tidak mengalir ke laut, sehingga air tersaring masuk ke dalam
lapisan aquifer tanah dan limbahnya yang terkandung didalamnya tertahan di atas
lapisan tanah, sehingga saya bisa memisahkan sampah - sampah merupakan limbah
rumah tangga, tidak hanya itu saya juga mencoba mengumpulkan minyak – minyak
bekas pakai dan menyumbangkannya kepada yang membutuhkan untuk dibuat kembali
menjadi bahan bakar. Seperti hal nya di Bogor untuk diolah menjadi bahan bakar
bus Transpakuan yang ada di Bogor, sehingga minyak yang sampai di selokan tidak
sampai ke sungai dan berakhir di laut, karena hampir 70 % wilayah lautan di
Indonesia terkena dampak minyak sehingga ketika saya melakukan survei di Pulau
Pramuka, Kepulauan Seribu dan Muara Angke serta Muara Baru, air laut tampak
seperti pembiasan minyak dan air yang tidak dapat menyatu, dan ketika saya
ambil sampelnya memang air yang saya pegang itu sangatlah lengket karena
mengandung banyak sekali minyak, dampak yang terjadi adalah bleaching atau
terjadinya pemutihan terumbu karang yang membuat saya semakin prihatin terhadap
lingkungan laut di Indonesia.
Kontribusi yang saya ingin lakukan di masa yang akan
datang adalah melakukan pengabdian dan sosialisasi tentang kelautan di wilayah
pesisir, pulau – pulau kecil dan wilayah perbatasan Indonesia, sehingga mereka
makin mencintai keadaan alam yang sangat indah yang seharusnya kita lestarikan
di Indonesia. Sehingga saya sedang mencoba mendaftar dan mengikuti pembekalan
bersama National Youth Social Project untuk menjalani pengabdian di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar